Oplus_131072
JAKARTA — Relawan Prabowo Subianto yang tergabung dalam organisasi Cakra Satya 08 (CS 08) melayangkan kecaman keras terhadap tokoh politik Amien Rais. Kecaman ini dipicu oleh sebuah video di kanal YouTube pribadi Amien Rais yang dinilai melontarkan tudingan personal dan tak berdasar terhadap kedekatan Presiden RI Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
Ketua Umum CS 08, Jhohannes “Joe” Marbun, menegaskan bahwa narasi yang dibangun dalam video tersebut bukan sekadar serangan pribadi, melainkan tindakan yang mencederai etika publik dan berpotensi menyesatkan opini masyarakat luas. Ia mengingatkan bahwa Presiden adalah simbol negara yang kehormatan dan martabatnya wajib dijaga.
“Kami menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang tokoh publik, terlebih dengan muatan yang menyerang kehormatan pribadi tanpa dasar yang jelas, apalagi menyangkut Presiden sebagai simbol negara,” tegas Joe Marbun di Jakarta, Sabtu (2/5).
Desak Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, CS 08 secara resmi mendesak Amien Rais untuk segera mengambil tiga langkah penyelesaian:
Menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dan Letkol Teddy Indra Wijaya.
Melakukan klarifikasi publik dan menarik kembali pernyataan yang telah beredar.
Menghentikan opini spekulatif yang menyerang ranah privasi seseorang di ruang publik.
Lebih lanjut, Joe juga menggarisbawahi potensi adanya langkah hukum ke depan. Pihaknya menegaskan bahwa menempuh konsekuensi hukum sepenuhnya merupakan hak prerogatif pihak yang merasa dirugikan, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Pertanyakan Kapasitas Akademisi
Dalam keterangannya, Joe juga menyayangkan sikap Amien Rais yang tidak mencerminkan kapasitasnya sebagai tokoh bangsa sekaligus akademisi. Menurut Joe, figur berlatar belakang intelektual seharusnya mengedepankan kritik yang konstruktif dan berbasis fakta, bukan sekadar opini yang belum teruji kebenarannya.
“Alih-alih memberikan kontribusi pemikiran yang substantif, pernyataan tersebut justru menimbulkan kegaduhan di ruang publik, memperkeruh suasana kebangsaan, dan jauh dari nilai-nilai keilmuan yang seharusnya dijunjung tinggi,” tambahnya.
Meski melayangkan kecaman keras, CS 08 menegaskan bahwa mereka tidak anti terhadap kritik. Joe menyatakan bahwa kritik terhadap pemerintah adalah pilar penting dan sah dalam iklim demokrasi, asalkan disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak mengarah pada fitnah.
Di tengah situasi nasional saat ini, Joe mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para tokoh publik, untuk menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah.
“Kebebasan berpendapat harus diiringi dengan tanggung jawab. Kita semua memiliki kewajiban menjaga kualitas diskursus publik agar tetap sehat, bermartabat, dan berkontribusi bagi persatuan bangsa,” tutupnya.
Pewarta: BTS
