CS-08 — Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki tujuan strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini. Swara Cakra 08 menyampaikan hal ini dalam pernyataan persnya di Jakarta, Selasa (20-01-2026).
Di media sosial dan media online beredar berita yang mempertanyakan Pemerintah terkait program MBG yang memotong anggaran Pendidikian dan isu kontroversi gaji karyawan MBG terhadap pendapatan guru honor. Untung saja Wakil Kepala BGN melalui Akun Facebooknya Naniek Sudaryati Deyang membuat klarifikasi yang cukup jelas bagi publik.
Pemerintah Prabowo berharap program MBG tersebut dapat memenuhi gizi yang baik bagi siswa dan siswi kita, sehingga anak-anak bangsa tumbuh menjadi generasi yang lebih cerdas, sehat, kuat, dan memiliki postur tubuh yang optimal. Demikian pula Pemerintah turut memerhatikan ibu-ibu hamil dan menyusui juga memperoleh gizi yang seimbang bukan hanya kebutuhan hari ini, tetapi investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
Selain itu, program BGN terbukti menimbulkan multiple efek positif karena mendorong pemanfaatan produk dalam negeri. Keterlibatan petani, peternak, nelayan, serta hasil rempah-rempah lokal memperkuat ekosistem pangan nasional. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha pangan lokal, tetapi juga mempercepat terwujudnya ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemenuhan gizi anak dan penguatan pangan lokal, BGN menjadi salah satu pilar penting dalam menyiapkan generasi unggul sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi dan ketahanan bangsa Indonesia. Kita berharap bangsa Indonesia mampu menyongsong Indonesia Emas pada 2045.
Pewarta: Setiyo Wibowo
